Konfigurasi Baru: Diperlebar menjadi dua jalur utama.
Kapasitas Lajur: Masing-masing jalur dibekali tiga lajur kendaraan (total 6 lajur).
Fokus Utama: Menguatkan mobilitas lalu lintas dari dan menuju kawasan industri serta pemukiman.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, optimistis bahwa pembenahan infrastruktur jalan ini akan langsung membawa dampak positif yang nyata bagi mobilitas harian masyarakat.
“Pekerjaan peningkatan jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Batam,” terang Li Claudia.
Proyek Jalan Gajah Mada hanyalah satu bagian dari skema besar modernisasi infrastruktur Kota Batam. Saat ini BP Batam juga tengah menggalakkan penataan akses dan fasilitas umum secara terpadu di pelbagai titik sentral.
Fasilitas Jalan & Jembatan: Pelebaran titik-titik rawan macet dan pemeliharaan jembatan penghubung.
Sistem Drainase: Penataan dan perbaikan saluran air untuk mencegah banjir saat curah hujan tinggi.
Fasilitas Transportasi: Modernisasi sarana dan prasarana di area terminal domestik guna menunjang kenyamanan penumpang.
Melalui percepatan proyek infrastruktur terpadu ini, BP Batam optimistis daya saing investasi Kota Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) akan semakin meningkat pesat.













