OpiniPendidikan

Penguatan Kapasitas Guru: Kunci Transformasi Pendidikan yang Berkelanjutan

25
×

Penguatan Kapasitas Guru: Kunci Transformasi Pendidikan yang Berkelanjutan

Share this article

Oleh : Dr. Sarmini, S.Pd.,M.M.

Dr. Sarmini, S.Pd.,M.M
banner 468x60

3. Kesejahteraan Psikososial Guru sebagai Determinan Mutu

Mutu pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikososial guru. Teori Job Demands-Resources menjelaskan bahwa tingginya tuntutan kerja tanpa diimbangi sumber daya yang memadai akan memicu burnout dan menurunkan performa.Guru yang mengalami emotional exhaustion sulit menciptakan iklim kelas yang kondusif. Sebaliknya, guru yang sejahtera—secara finansial, profesional, dan psikologis—akan lebih mampu menerapkan differentiated instruction dan membangun relasi afektif dengan peserta didik. Karena itu, penguatan kapasitas guru harus paralel dengan pemenuhan hak-hak dasarnya.Penutup: Investasi Strategis, Bukan Beban Anggaran

BACA JUGA:  Hari Media Sosial Nasional 2026: Ruang Digital yang Mencerdaskan dan Memberdayakan

Memperkuat guru berarti berinvestasi pada masa depan bangsa. Ini bukan beban anggaran, melainkan investasi strategis dengan return on investment tertinggi: lahirnya generasi yang berpikir kritis, berkarakter, dan berdaya saing.Pendidikan yang hebat lahir dari guru yang hebat. Dan guru yang hebat lahir dari sistem yang memanusiakannya. Karena pada akhirnya, memajukan pendidikan berarti memajukan manusia yang menggerakkannya.