Tabrakan susulan oleh KA Argo Bromo Anggrek tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian belakang rangkaian KRL dan bagian depan lokomotif kereta eksekutif tersebut.
Menanggapi keterlibatan armada mereka dalam rangkaian kecelakaan ini, manajemen Green SM Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang berjalan. Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @id.greensm, pihak manajemen menegaskan telah memberikan informasi relevan kepada pihak berwenang.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional dan pengawasan,” tulis manajemen Green SM, Selasa (28/4).
Pihak Green SM juga berjanji akan terus memberikan informasi terbaru yang telah terverifikasi terkait keterlibatan armada mereka dalam insiden awal di perlintasan sebidang tersebut.
Meski dugaan awal mengarah pada gangguan sistem akibat tabrakan taksi di perlintasan, PT KAI menegaskan bahwa kesimpulan akhir tetap berada di tangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Saat ini, petugas gabungan masih fokus pada normalisasi jalur dan memastikan sistem persinyalan kembali berfungsi dengan baik. Publik diminta untuk menunggu hasil investigasi resmi guna mengetahui secara pasti mengapa dua rangkaian kereta bisa berada di jalur yang sama dalam waktu bersamaan.







