Gudangberita.co.id, Batam – Tragedi memilukan di Jembatan 5 Barelang, Minggu (5/4/2026) pagi, menjadi pengingat keras bagi warga Batam mengenai risiko besar berkendara melebihi kapasitas.
Kecelakaan tunggal yang menewaskan tiga siswa SMPIT Insan Harapan ini menggarisbawahi betapa fatalnya bahaya “tarik tiga” atau berboncengan tiga pada sepeda motor, terutama bagi anak di bawah umur.
Insiden ini terjadi di turunan Bukit Bismillah saat ketiga korban dalam perjalanan menuju lokasi memancing. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tragedi tersebut sebagai pelajaran bagi kita semua.
Kronologi Tragis di Jalur Maut
Ketiga korban, yakni Safaraz Akma, Ruhalzan Syakir, dan Rino Arif Bakhtiar, menggunakan sepeda motor Honda Beat putih bernomor polisi BP 6859 IG. Dengan kondisi berboncengan tiga, motor yang dikendarai SA melaju dari arah Batam menuju Barelang.
Setibanya di turunan tajam Bukit Bismillah sekira pukul 08.30 WIB, motor kehilangan keseimbangan. Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menyebutkan kendaraan mengalami out of control atau lepas kendali. Motor tersebut kemudian menghantam tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan sangat keras hingga mengakibatkan ketiga nyawa remaja tersebut tak tertolong.













