“Rekan-rekan korban sempat berusaha mengejar dan mencari keberadaan Naufal. Karena kehilangan jejak, mereka akhirnya meminta bantuan warga setempat, yang kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nongsa melalui layanan Call Center 110,” terangnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Nongsa langsung tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 14.50 WIB untuk melakukan penelusuran awal.
“Guna mempercepat proses pencarian, Polsek Nongsa berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari: Sat Polair Polda Kepri, Tim Basarnas Kota Batam dan Tim Samapta Polresta Barelang,” tambah Rayhan.
Setelah melakukan penyisiran intensif selama hampir tiga jam menyusuri aliran parit, tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Sekira pukul 17.40 WIB, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan tersangkut di area parit belakang Komplek Ruko Kaliban Trade Center, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.
Segera setelah ditemukan, jenazah remaja malang tersebut langsung dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan medis serta tindakan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua di Kota Batam untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan deras mengingat kerawanan arus drainase yang bisa meluap sewaktu-waktu.













