“Sekitar enam hingga tujuh lapangan golf di Singapura sudah tutup, dan dalam dua tahun ke depan ada lagi yang menyusul. Dengan jumlah pegolf di Singapura mencapai 50 ribu orang, termasuk ekspatriat, ini adalah peluang besar bagi Batam,” jelas Steven.
Setiap tahun, Palm Springs mencatat sekitar 40 ribu kunjungan pegolf dari berbagai negara. Keunggulan Batam dibanding Johor Bahru adalah layanan caddy yang tidak tersedia di Singapura maupun Malaysia.
“Pegolf di Batam mendapatkan pengalaman bermain berbeda, karena ditemani caddy yang membantu selama pertandingan. Ini nilai tambah yang tidak mereka dapatkan di negara lain,” tambah Steven.
Lokasi Strategis dan Potensi Investasi
Mario E memaparkan, Palm Springs Golf berada di kawasan Nuvasa Bay yang dikembangkan Sinarmas Land dengan konsep resort living. Lokasi ini hanya selangkah dari Singapura dan Malaysia, sehingga menjanjikan potensi besar bagi sektor pariwisata dan investasi properti.
“Nuvasa Bay juga mencakup hunian modern seperti Kalani Tower yang ramah lingkungan, dilengkapi jogging track dan taman langit,” jelas Mario.
Meski peluang besar terbuka, Steven menyoroti harga tiket feri Batam–Singapura yang dinilai terlalu mahal. Namun, ia optimistis kebijakan PP Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan akan mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk pegolf.







