Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Lima Tahun Menunggak, Pemkot Bandung Keluarkan SP 3: Asrama Singkep Lingga di Bandung Terancam Digusur Lima Tahun Menunggak, Pemkot Bandung Keluarkan SP 3: Asrama Singkep Lingga di Bandung Terancam Digusur
Dunia Belum Berubah: Lionel Messi Masih Jadi Monster di Piala Dunia! Dunia Belum Berubah: Lionel Messi Masih Jadi Monster di Piala Dunia!
BP Batam Beri Warning: UMKM Mega Legenda Diminta Bongkar Lapak Mandiri Sebelum Januari 2027 BP Batam Beri Warning: UMKM Mega Legenda Diminta Bongkar Lapak Mandiri Sebelum Januari 2027
Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam
Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde

Berita Terkini

Hujan Petir dan Banjir Terjang Karimun: Warga Terdampak dan Satu Rumah Tertimpa Pohon

Hujan Petir dan Banjir Terjang Karimun: Warga Terdampak dan Satu Rumah Tertimpa Pohon

Karimun27/03/202327/03/2023
Redaksi

Gudangberita.co.id

Posts pagination

« Back 1 … 555 556

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga

Terpopuler

  • 1
    Benarkah Alat Intelijen? Mengenal Spesifikasi PBX Finder yang Mengintai Ketua BEM UGM
    14/06/202614/06/2026 3234
  • 2
    Diserang Usai Kritik Proyek Pulau Kasu, Gubernur LIRA Kepri: Saya Tidak Singgung Suku atau Ras!
    16/06/202616/06/2026 305
  • 3
    Berkas Masuk Kejaksaan, Kasus Mantan Residivis Bunuh Istri Siri di Lingga Memasuki Babak Baru
    13/06/202613/06/2026 176
  • 4
    Diduga Aksi ‘Rayap Besi’ di Terowongan Pelita Batam Terekam Kamera, Fasilitas Publik Dirusak?
    14/06/202614/06/2026 144
  • 5
    Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam
    16/06/202616/06/2026 104
  • 6
    Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas
    16/06/202616/06/2026 83
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun Lionel M Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun Lionel Messi sudah langsung menghentak panggung tertinggi sepak bola lewat pertunjukan magisnya di Stadion Kansas City. Mengemban misi berat mempertahankan gelar juara, sang kapten tampil kesetanan dan memborong seluruh gol kemenangan 3-0 Argentina atas Aljazair. Lewat torehan hattrick yang spektakuler ini, La Pulga membuktikan bahwa magis dan insting predatornya di kotak penalti lawan sama sekali belum pudar.

Keran gol sang kapten dibuka pada menit ke-18 melalui sebuah tembakan roket kaki kiri yang menghujam pojok atas gawang Aljazair tanpa bisa dihalau Luca Zidane. Belum puas dengan satu gol, Messi kembali memaksa Zidane memungut bola dari gawangnya pada menit ke-60 setelah dengan cerdik menyambar bola muntah di depan gawang. Puncak sihir pemilik nomor punggung 10 ini ditutup lewat kerja sama apik dengan Nico Gonzalez di menit ke-77, yang diakhiri dengan sepakan melengkung khasnya untuk mengunci kemenangan mutlak Albiceleste.

Trigol fantastis ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial bagi Argentina di laga pembuka grup, tetapi juga mengirimkan pesan teror yang jelas kepada para pesaing mereka. Aljazair dibuat luluh lantak tak berdaya menghadapi sang maestro yang kini memimpin perburuan gelar top skor. Dengan performa seganas ini di awal turnamen, Austria yang menjadi lawan Argentina berikutnya pada Selasa (23/6) mendatang dipastikan harus bekerja ekstra keras jika tidak ingin menjadi korban keganasan Messi selanjutnya.

#pialadunia2026 #lionelmessi #messi #sepakbola
Sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun meny Sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar yang kini jamak dianggap sebagai mitos terbesar: benarkah Tim Nasional India batal manggung di Piala Dunia 1950 di Brasil hanya karena FIFA melarang mereka bertanding "nyeker" alias tanpa sepatu? Narasi unik ini terus dirawat ingatan publik sejak skuad India kedapatan bermain tanpa alas kaki di Olimpiade London 1948. Pertanyaan pun muncul ke permukaan, apakah regulasi ketat FIFA soal wajib sepatu itu merupakan batu sandungan nyata, atau jangan-jangan hal tersebut sengaja dijadikan alibi belaka oleh pihak federasi?

Fakta sejarah mencatat bahwa isu larangan bertelanjang kaki dari FIFA bukanlah tembok utama yang menjegal langkah India, melainkan sebuah miskonsepsi yang telanjur dipercaya publik. India sebenarnya sudah mengantongi tiket lolos otomatis ke Brasil setelah seluruh rivalnya di zona Asia—termasuk Indonesia, Myanmar, dan Filipina—kompak mengundurkan diri dari kualifikasi. Bahkan, guna memastikan kehadiran mereka, pihak panitia penyelenggara di Brasil sampai menawarkan diri untuk menyokong sebagian besar ongkos logistik perjalanan mereka. Namun, bukannya terbang ke Amerika Selatan, Federasi Sepak Bola India (AIFF) justru mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik diri dari turnamen.

Di balik misteri kaki ayam tersebut, AIFF nyatanya memiliki agenda internal yang jauh dari urusan alas kaki. Alasan asli penolakan tersebut murni karena masalah prioritas, di mana para pengurus federasi saat itu memandang ajang Olimpiade memiliki prestise yang jauh lebih mentereng ketimbang Piala Dunia FIFA. Alibi "kurangnya waktu persiapan", adanya konflik internal terkait bongkar-pasang pemilihan pemain, serta kendala akomodasi menjadi alasan hitam di atas putih yang diajukan AIFF. Pada akhirnya, drama mundurnya India di tahun 1950 bukanlah cerita romantis tentang keteguhan prinsip bermain tanpa sepatu, melainkan murni akibat kalkulasi politik dan gengsi kompetisi dari sang pengurus federasi.

#pialadunia2026 #sepakbola #india
Badan Pengusahaan (BP) Batam tampaknya harus elus Badan Pengusahaan (BP) Batam tampaknya harus elus dada sekaligus garuk-garuk kepala melihat fenomena yang terjadi di lapangan belakangan ini. Bagaimana tidak, komitmen penuh untuk menyulap infrastruktur kota lewat berbagai proyek estetika yang cetar membahana, justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit di jalanan. Besi-besi penutup saluran drainase utilitas kota yang dirancang kokoh demi keamanan dan kenyamanan publik malah raib satu per satu setelah menjadi menu "kunyahan" favorit jaringan oknum tidak bertanggung jawab yang dijuluki rayap besi.

Ironisme ini kian kentara ketika hasil inspeksi lapangan pasca-viralnya video penjarahan fasilitas umum di kawasan Terowongan Pelita menunjukkan kerusakan yang masif. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada enam titik penutup saluran drainase yang ditemukan dalam kondisi hancur akibat besi di bagian dalam konstruksinya habis digondol pelaku. Kerja keras penataan kota yang memakan anggaran tidak sedikit tersebut seolah dipaksa tak berdaya melawan kelihaian kawanan rayap besi berwujud manusia yang hobi berburu cuan receh ini.

Meski salah satu aktor utamanya kini sudah berhasil dikandangkan oleh tim gabungan kepolisian, pekerjaan rumah bagi BP Batam dan aparat penegak hukum masih jauh dari kata selesai. Jaringan rayap besi ini disinyalir memiliki rantai operasi yang rapi, mulai dari eksekutor lapangan yang bermodalkan nekat hingga jalur penadah yang siap menampung logam curian tersebut. Tantangan besar kini berada di pundak pemangku kebijakan untuk tidak hanya fokus membangun proyek fisik yang megah, melainkan juga merumuskan sistem pengawasan ekstra ketat agar fasilitas publik di Batam tidak terus-menerus menjadi bancakan para penjarah.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland #rayapbesi
Respons cepat kepolisian terhadap keluhan masyarak Respons cepat kepolisian terhadap keluhan masyarakat Batam akhirnya membuahkan hasil manis setelah pelaku penjarahan fasilitas publik di kawasan Terowongan Pelita resmi diringkus. Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono membenarkan bahwa pelaku pencurian yang dijuluki "rayap besi" tersebut sudah diamankan oleh tim gabungan pada Minggu (14/6/2026) malam. Kabar penangkapan kilat ini langsung disambut dengan seruan "Alhamdulillah!" oleh netizen di berbagai platform media sosial, yang sebelumnya dibuat geram oleh aksi nekat sang maling.

Penangkapan ini dilakukan tidak lama setelah video amatir rekaman warga yang sedang berolahraga pagi viral dan memicu gelombang kecaman publik. Dalam video tersebut, pelaku terlihat santai membongkar dan menggondol besi penutup saluran drainase yang dibangun untuk utilitas kota. Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh pihak BP Batam pasca-kejadian, ulah tangan panjang pelaku terbukti telah merusak sedikitnya enam titik konstruksi penutup drainase dan membuat kawasan vital tersebut menjadi rawan kecelakaan.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polda Kepulauan Riau untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut mengenai motif serta identitas resmi pelaku. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berhenti pada penangkapan intermeso ini saja, melainkan terus mendalami keterlibatan jaringan lain termasuk memburu para penadah yang kerap menampung barang curian tersebut. Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai aksi pencurian infrastruktur publik yang tengah marak terjadi di Kota Batam.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland #rayapbesi
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer