Sementara itu, Ketua DPRD Rusdi menegaskan bahwa lambang dan himne daerah bukan sekadar formalitas. “Keduanya simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Natuna,” katanya.
Momen paling menggetarkan terjadi saat Himne Daerah Natuna pertama kali diperdengarkan di ruang sidang. Suasana khidmat dan hening bercampur haru, sebelum akhirnya pecah dalam tepuk tangan meriah seluruh peserta sidang. Lagu bernuansa lokal itu diharapkan menjadi warisan budaya, pengikat semangat, dan penguat identitas Natuna di perbatasan NKRI.
Sidang paripurna kemudian ditutup dengan penandatanganan persetujuan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati Natuna. Dengan begitu, sejak hari ini Natuna resmi memiliki dua simbol baru: lambang daerah dan himne kebesaran, yang akan mewarnai perjalanan pembangunan serta memperkuat jati diri Natuna sebagai garda terdepan Indonesia.













