LinggaZona Headline

Misteri Identitas ‘Fitri alias Diana’, Istri Keenam yang Tewas di Setajam Tanpa Selembar KTP

1393
×

Misteri Identitas ‘Fitri alias Diana’, Istri Keenam yang Tewas di Setajam Tanpa Selembar KTP

Share this article
Jaka dan Diana, keduanya tampak mesra dalam sebuah postingan di akun Tiktok milik Diana. Polisi sedang mencari Jaka yang menghilang sejak kematian Diana. (tangkapan layar)
banner 468x60

Istri Ketiga: Seorang janda beranak dua asal Subang, Jawa Barat, yang memberikan Jaka dua anak kandung.

Istri Keenam (Diana): Ditemukan tewas terkubur di belakang rumah setelah setahun bersama Jaka.

Diana Tiga Kali Mencoba Kabur Sebelum Ajal Menjemput

Prahara rumah tangga Jaka dan Diana sejatinya sudah di ujung tanduk. Menurut Nanang, Diana sudah tiga kali mencoba melarikan diri namun selalu berhasil ditemukan oleh Jaka.

BACA JUGA:  Gandeng PLN, BP Batam Bangun PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara
Percakapan whatsapp Nanang dengan Jaka usai penemuan mayat Diana di belakang rumah Jaka.

“Pertama kabur ke Daik, dicari Jaka dibantu polisi. Kedua kabur ke Tanjungpinang, dijemput lagi. Terakhir ini dia memang mau pergi juga tapi disetop jaka , tapi justru berakhir seperti ini,” tutur Nanang sedih.

Jaka sempat mengirim pesan kepada Nanang sebelum kasus ini terjadi: “Kak, tolong bimbing aku,” tulisnya, seolah memberi sinyal kalau hubungannya dengan Diana sedang tidak baik-baik saja.

BACA JUGA:  Tega! Pedagang Nasi Padang di Batam Kena Tipu: Sudah Pesan 4 Bungkus, Lauk di Etalase Juga Digasak ke Saku

Baca juga: Menegangkan, Bau Menyengat Warnai Proses Autopsi Diana di Dabo Singkep

Sementara itu, misteri penyebab kematiannya telah terjawab melalui autopsi. Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menyatakan bahwa Diana adalah korban pembunuhan sadis.

Tim ahli forensik Polda Kepri resmi melakukan autopsi terhadap jenazah korban di TPU Telek, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (30/4/2026) malam.
Tim ahli forensik Polda Kepri resmi melakukan autopsi terhadap jenazah korban di TPU Telek, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (30/4/2026) malam. (Foto: Yudiar K. Maulana)

“Ditemukan patah tulang lidah akibat kekerasan tumpul di leher yang sesuai dengan pola pencekikan. Korban mati lemas,” jelas AKBP Pahala.