NatunaPeristiwaZona Headline

Mimpi Buruk di Pagi Hari, Kakak Beradik Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Natuna

2602
×

Mimpi Buruk di Pagi Hari, Kakak Beradik Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Natuna

Share this article
Petugas Satlantas Polres Natuna melakukan olah TKP kecelakaan di Jembatan Kelanga
Petugas Satlantas Polres Natuna melakukan olah TKP kecelakaan di Jembatan Kelanga. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Kamis pagi (26/3/2026) yang seharusnya menjadi awal aktivitas biasa bagi warga Desa Kelanga, seketika berubah menjadi mencekam. Isak tangis pecah di Jembatan Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, saat sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa dua orang anak yang masih memiliki masa depan panjang.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 09.05 WIB ini bak mimpi buruk yang menjadi nyata. Sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi BP 2755 NE yang ditumpangi kakak beradik tersebut hancur usai menghantam pembatas jembatan dengan keras.

BACA JUGA:  Rekaman CCTV: Begini Cara DN Bobol Toko Emas Milik Anggota DPRD Natuna Ahmad Sapuari Lewat Lantai Atas

Baca juga: Terseret Lima Meter Menuju Ajal, Kisah Pilu Kecelakaan Maut Anak di Jembatan Kelanga

Peristiwa bermula saat kendaraan melaju dari arah Teluk Depeh menuju Teluk Buton. Motor tersebut dikendarai oleh seorang remaja berusia 15 tahun yang membonceng seorang anak perempuan berusia 6 tahun dan seorang wanita dewasa berusia 49 tahun.

BACA JUGA:  Tok! Hakim PN Natuna Tolak Gugatan Praperadilan LBH Natuna Terkait Sahnya Penggeledahan Polisi

Nahas, saat melintasi Jembatan Desa Kelanga, kendaraan diduga kehilangan kendali. Motor tersebut menabrak beton pembatas jembatan hingga terseret sejauh lima meter. Benturan hebat ini membuat para korban terhempas, menyisakan luka yang teramat dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kasat Lantas Polres Natuna, AKP Erwan Tony, mengonfirmasi duka mendalam dari balik insiden ini. Ketiga korban sempat dilarikan ke RSUD Natuna dengan harapan nyawa mereka dapat tertolong. Namun, takdir berkata lain.