Ape KesahZona Headline

Kucing dan Simbolisme Kekuasaan

55
×

Kucing dan Simbolisme Kekuasaan

Share this article
Pengawalan kucing presiden yang ikut kontes kucing melibatkan sejumlah personel kepolisian dan protokoler.
banner 468x60

PENGAWALAN terhadap Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Presiden Prabowo Subianto, dalam sebuah acara kontes kucing belakangan menjadi sorotan publik. Video yang memperlihatkan rombongan pengamanan mengawal Bobby layaknya pejabat tinggi negara sontak viral dan menuai kritik tajam. Sebagian publik menilai, pengawalan tersebut berlebihan dan tidak proporsional.

Pihak Istana, melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, menyatakan bahwa semua hal yang melekat pada presiden, termasuk hewan peliharaan, merupakan tanggung jawab negara untuk dijaga. Pernyataan ini mungkin benar secara administratif. Namun, dalam konteks komunikasi publik, pernyataan tersebut justru menambah ruang polemik.

BACA JUGA:  Dievakuasi SAR: Penumpang KMP Sembilang Rute Batam-Tungkal Tak Sadarkan Diri di Perairan Karas, Namun tak Terselamatkan

Pengamanan terhadap Presiden adalah keniscayaan. Namun ketika pola protokoler yang lazimnya diperuntukkan bagi kepala negara justru diterapkan pada seekor kucing, itu menciptakan simbolisme kekuasaan yang berlebihan.

Negara terkesan hadir sampai ke ranah privat yang seharusnya bisa dibedakan dari ranah publik, apalagi jika menyangkut penggunaan aparat atau anggaran negara.

Dalam masa di mana rakyat menghadapi beragam persoalan dari tingginya harga kebutuhan pokok hingga ketimpangan layanan publik pengawalan terhadap hewan peliharaan presiden menjadi potret yang tidak sensitif.