Mengingat posisi korban sudah berada di perairan internasional, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang segera melakukan langkah diplomasi cepat.
Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun melakukan koordinasi intensif dengan MRCC Johor Malaysia untuk meminta izin penjemputan darurat.
“Koordinasi lintas batas sangat krusial. Berkat kerja sama yang baik dengan pihak Malaysia, izin penjemputan bisa segera dikeluarkan demi keselamatan nyawa korban,” ungkap pihak SAR.
Proses evakuasi dimulai pukul 17.00 WIB menggunakan speedboat Polair. Tim penyelamat berhasil menjangkau posisi korban pada pukul 18.53 WIB. Setelah memastikan kondisi kesehatan Supianto dan Zulkifli stabil, tim segera membawa mereka pulang.
Tepat pukul 20.15 WIB, rombongan bersandar di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Kedua nelayan tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan cemas.
Setelah memastikan seluruh proses administrasi dan kesehatan korban selesai, Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup pada pukul 21.00 WIB. Meski mengalami trauma ringan akibat hantaman ombak belasan jam, kedua korban dinyatakan sehat dan selamat.







