“Ini bukan tentang siapa yang paling hebat. Ini tentang bagaimana kita bermain sebagai satu tim. Kalau kalian saling percaya, kalian bisa membalikkan keadaan apa pun.”
Kalimat itu menjadi bekal paling berharga ketika pertandingan dimulai.
Namun sepak bola selalu punya cara menguji mental.
SD Negeri 007 Lingga Timur langsung mengambil inisiatif serangan. Dua gol bersarang ke gawang SDN 008 Singkep dalam waktu yang relatif singkat. Skor 2-0 membuat tekanan semakin besar.
Di titik itulah karakter sebuah tim diuji.
Tak ada pemain yang menyalahkan rekannya. Tak ada kepala yang tertunduk.
Sudais tetap berdiri kokoh di bawah mistar. Tuah, Baim, Akbar, Renaldi, Habibi, Sakha, Raffi, Aing, dan Irsyad terus berlari mengejar setiap bola.
Mereka percaya pertandingan belum selesai.
Harapan itu akhirnya lahir dari kaki Aing.
Sebuah tendangan keras memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol itu seakan membangunkan semangat seluruh tim. Umpan demi umpan mulai mengalir. Permainan semakin hidup. Sebelum turun minum, Aing kembali menjebol gawang lawan dan mengubah skor menjadi 2-2.
Babak pertama berakhir tanpa pemenang.
Tetapi momentum telah berpindah.
Memasuki babak kedua, SDN 008 Singkep tampil seperti tim yang berbeda. Pergantian pemain menghadirkan energi baru. Serangan mereka semakin tajam, kerja sama semakin padu, dan kepercayaan diri semakin tinggi.







