Ia juga menyoroti keunggulan HMI yang selama ini terjaga di tiga bidang utama, yakni akademik, birokrasi, dan politik. Menurutnya, HMI telah melahirkan banyak kader unggul di ranah akademik dan birokrasi, termasuk kepala daerah yang merupakan alumni HMI. Namun di bidang politik, Rifqi menilai pengaruh Kahmi mulai menyusut karena kondisi pragmatisme yang kian menguat.
Rifqi juga menyorot kelemahan kader HMI di bidang dunia usaha. Atas dasar itu dia menyarankan agar dalam latihan kader (LK) HMI selalu dimuat materi enterpreneurship. Menurutnya, bidang kewirausahaan sangat penting karena dengan kader-kader yang mapan secara ekonomi, maka organisasi dapat mudah digerakkan.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang juga Ketua Presidium MD Kahmi Batam, menyambut baik pelaksanaan temu regional ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada MN Kahmi yang telah memilih Batam sebagai tuan rumah.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan posisi Batam sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang sangat bergantung pada pergerakan orang.
“Kita harapkan temu regional ini menyumbangkan daya kritis bagi bangsa sebagai jati diri HMI. Mudah-mudahan lahir ide kreatif dan konstruktif bagi pembangunan bangsa. Dengan temu regional di berbagai daerah, tentu Kahmi semakin dekat dengan isu strategis yang berkembang,” ujar Amsakar.









