Untuk memastikan kondisi kejiwaan terduga pelaku, pihak terkait berencana melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada dokter kejiwaan.
“Anak pertama yang menjadi korban usia 4 tahun. Untuk pelaku, Senin ini mau kita rujuk ke dokter kejiwaan untuk diperiksa apakah ada gangguan kejiwaan, mengingat saat ditemui pasca kejadian ekspresi pelaku tampak biasa seperti tidak ada kejadian,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi psikologis terduga pelaku sekaligus menjadi bagian dari proses penanganan kasus secara menyeluruh.
Diah juga mengungkapkan adanya kondisi yang dinilai cukup berbeda ketika terduga pelaku ditemui.
Pelaku disebut tidak menunjukkan respons emosional yang sebagaimana diharapkan setelah kejadian tersebut mencuat ke publik.
“Pelaku saat ditemui seperti tidak merasa bersalah. Trauma dan ketakutan karena didatangi orang ramai, tetapi pelaku terlihat seperti tidak ada kejadian apa-apa,” ungkap Diah.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan apakah terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Kepastian mengenai kondisi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan profesional.
Untuk sementara, kedua anak telah ditempatkan di rumah perlindungan milik pemerintah provinsi. Sementara terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan psikologis dan penanganan lebih lanjut.







