- Air Bercacing
Pada Januari 2024, kasus yang lebih mengejutkan terjadi di kawasan Batu Besar, Nongsa. Warga menemukan cacing hidup dalam air yang mengalir ke rumah mereka.

“Gak kebayang kalau tanpa filter, cacing itu bisa masuk ke rambut dan mulut saat kumur-kumur,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Kasus serupa juga dilaporkan di Bengkong, di mana filter air rumah tangga warga tersumbat oleh kotoran dalam waktu singkat. Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Ia mengakui bahwa kebocoran pipa dan perbaikan yang tidak optimal menjadi penyebab kualitas air yang buruk hingga bercacing. Ariastuty berjanji bahwa BU-SPAM akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.
- Air Hijau Tercampur Alga
Kasus paling mencengangkan terjadi saat pencemaran alga hijau melanda ribuan rumah di Batam. Masalah ini dipicu oleh gangguan pada dosing pump chemical di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 5. Akibatnya, proses sterilisasi air tidak berjalan optimal, dan sekitar 3.600 meter kubik air tercemar alga hijau tersalurkan ke rumah-rumah warga.

Alga hijau diketahui mampu menghasilkan racun yang memicu berbagai penyakit serius seperti kerusakan saraf dan hati. Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pencemaran ini terjadi selama proses commissioning IPA baru dengan kapasitas 500 liter per detik. Langkah darurat seperti penghentian operasional IPA dan flushing jaringan dilakukan, namun proses pembersihan memakan waktu lama.













