Sebagaimana diketahui, rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap pelaku pasar yang masih menunggu hasil pertemuan bank sentral AS (The Fed) kamis dini hari nanti, dan optimisme Bank Indonesia (BI) akan terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Penguatan mata uang garuda itu juga terjadi setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan Mahfud Md menyatakan mundur dari posisinya itu di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Rabu siang.
Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat di angka Rp15.775/US$ atau menguat 0,01% pada Rabu kemarin. Hal ini berbeda dengan disaat pembukaan perdagangan yang justru melemah. Dengan posisi saat ini, rupiah tercatat terapresiasi selama empat hari beruntun.
Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14.49 WIB naik 0,2% menjadi 103,6. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (30/1/2024) yang berada di angka 103,39.









