NatunaZona Headline

Hibah Pasar Ikan Jepang di Natuna Hilang ‘Ditelan Bumi’

262
×

Hibah Pasar Ikan Jepang di Natuna Hilang ‘Ditelan Bumi’

Share this article
Kondisi Pasar Ikan Tradisional di Ranai yang dibangun sejak tahun 2000. Sementara itu rencana pembangunan Pasar Ikan bantuan dari Jepang (Pasar Ikan Tsukiji) hingga kini masih mandek sejak direncanakan 2019. (Foto: Joko Tole)
banner 468x60

Baca juga: Dari Mana Babi di Batam Kena Virus Mematikan?

Pemerintah daerah sebutnya, tidak memahami penyebab tertundanya pembangunan pasar tersebut hingga bertahun-tahun.

Menurutnya, pasar tersebut dikhususkan untuk menyediakan ikan yang higienis kepada masyarakat. Dan keberadaan pasar tradisional tergantung dari kebijakan pemerintah daerah.

“Karena tender di pusat, teknisnya saya kurang tahu, yang jelas sekarang sedang tender fisik, kalau konsultan pengawas sudah selesai,” jelasnya, Rabu (10/5).

BACA JUGA:  Tragis di Pagi Hari: Gara-gara Anjing Liar, Ibu di Natuna Alami Patah Tulang Saat Berboncengan dengan Anak

Pantauan di lapangan, lokasi yang akan dibangun pasar Tsukiji tersebut, saat ini masih menjadi kawasan kumuh dan kotor.

Baca juga: Terungkap, Alasan Rudi Lebarkan Jalan-jalan di Batam

Karena terdapat lokasi tempat pembuangan sampah sementara yang mengeluarkan aroma tidak sedap. Ditambah tumpukan sampah dari pengepul barang bekas.

Seperti diketahui, pasar ikan higienis untuk meningkatkan gizi masyarakat, maka minat konsumsi ikan perlu ditingkatkan. Untuk itu perlu penyediaan ikan dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau.

BACA JUGA:  Bupati Cen Sui Lan Gerakkan BTT untuk Bantu Petani di Natuna Terdampak Kebakaran Lahan

Sampai saat ini kondisi pasar ikan yang ada masih terkesan kotor, becek dengan bau dan aroma yang tidak sedap sehingga tidak menarik untuk didatangi masyarakat. Dalam rangka menyediakan sarana dan prasarana pemasaran yang memenuhi syarat sanitasi dan higienis, maka diperlukan pembangunan pasar ikan Higienis.