Jawaban panitia itu langsung menyentil kesadaran para Pemred yang hadir. Di meja diskusi, ketidakhadiran Gubernur Ansar yang tak lagi diundang justru membentangkan fakta yang cukup menggelitik, keran komunikasi antara Balai Seriti dan insan pers rupanya sudah cukup lama tersumbat.
Sikap ‘dingin’ Pemprov Kepri ini terasa makin kontras ketika lembaga negara lainnya justru menyambut hangat pers. Di acara pelantikan tersebut, jajaran Forkopimda seperti Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan hingga Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo hadir langsung dan tak segan melontarkan pujian atas peran vital pers bagi stabilitas daerah. Wakapolda mewakili Kapolda yang kebetulan menghadiri acara internal di tempat yang sama.
Kondisi “lembaga lain merangkul, Pemprov justru memunggungi” ini memantik reaksi dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri, Rinaldi Samjaya, yang turut hadir mendampingi Ketua Forum Pemred PWI Kepri, Marganas Nainggolan.
Menurut Rinaldi, apa yang terjadi saat pelantikan hanyalah puncak dari gunung es dari sikap Pemprov selama ini.
“Memang kalau kita cermati selama ini, Gubernur Kepri agaknya memang kurang perhatian terhadap pers,” ujar Rinaldi menanggapi gejolak pertanyaan para Pemred.











