Menanggapi dinamika tersebut, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis data dan fakta empiris untuk melawan gempuran kampanye hitam (black campaign) global. Menurutnya, persaingan bisnis internasional kerap memanfaatkan isu lingkungan dan ketenagakerjaan untuk mendiskreditkan industri sawit Indonesia.
“Dunia sangat membutuhkan kelapa sawit karena ini adalah minyak nabati paling produktif. Tugas pers adalah menyuarakan praktik industri yang ramah lingkungan dan pro-kesejahteraan, sembari tetap kritis mendorong perbaikan Good Corporate Governance (GCG),” kata Akhmad Munir.
Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Agus Sudibyo. Mantan Anggota Dewan Pers ini menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan kesadaran akan kepentingan nasional.
Agus memaparkan lima peran strategis kelapa sawit bagi Indonesia:
Penyumbang Devisa Non-Migas Terbesar: Menjadi penopang utama stabilitas neraca perdagangan negara.
Penyerapan Tenaga Kerja Massal: Menyediakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat di berbagai daerah.
Penggerak Ekonomi Daerah: Menjadi motor pertumbuhan ekonomi di kawasan sentra perkebunan.
Kemandirian Energi: Mendukung program transisi energi hijau melalui pengembangan biodiesel.













