BintanZona Headline

Dua Pelajar di Bintan Positif HIV, RSUD Bongkar Pola Penularan yang Mengejutkan

75
×

Dua Pelajar di Bintan Positif HIV, RSUD Bongkar Pola Penularan yang Mengejutkan

Share this article
banner 468x60

Pola Penularan Didominasi Perilaku Seksual Berisiko

Lebih lanjut, Ainur membeberkan fakta mencengangkan. Penularan HIV di Bintan ternyata bukan didominasi penggunaan narkoba jarum suntik, melainkan akibat perilaku seksual berisiko.

“Yang paling banyak justru dari pergaulan bebas, seperti berganti pasangan — baik laki-laki dan perempuan maupun sesama jenis,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kasus HIV di Bintan terus terjadi setiap tahun. Sebagian besar pasien baru baru diketahui positif setelah enam bulan hingga bertahun-tahun pasca terinfeksi, karena virus ini kerap tak menimbulkan gejala di awal.

BACA JUGA:  Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 Hilang di Laut Bintan, Tim SAR Rangkul Nelayan

“Pada tahap lanjut, penderita bisa mengalami infeksi jamur pada bibir dan tenggorokan, terutama pada stadium empat,” katanya.

RSUD Bintan Perkuat Skrining dan Edukasi

Untuk menekan laju penularan, RSUD Bintan kini menggencarkan skrining dan deteksi dini melalui program mobile voluntary counseling and testing (VCT), serta pemeriksaan bagi ibu hamil dan remaja berisiko.

BACA JUGA:  Haru! Polisi di Bintan Beri Kaki Palsu untuk Buruh Tani Korban Kecelakaan

Rumah sakit juga memperluas pemberian obat antiretroviral (ARV) dan pemeriksaan viral load (VL) setiap enam bulan bagi pasien aktif.

“Pasien wajib rutin minum ARV. Kalau tidak teratur, virus bisa berkembang cepat dan memperburuk kondisi tubuh,” tegas Ainur.