BatamBatam Punya Cerita

Denyut Kehidupan di Balik Mesin Pabrik: Kisah Perempuan Batam yang Tumbuh Bersama PT Esun

147
×

Denyut Kehidupan di Balik Mesin Pabrik: Kisah Perempuan Batam yang Tumbuh Bersama PT Esun

Share this article
Aktivitas pekerja perempuan di PT Esun
banner 468x60

“Kami ingin tumbuh tanpa merusak,” ujar Ardian, Manajer Senior PT Esun. “Karena masa depan industri ditentukan oleh tanggung jawabnya pada bumi dan manusia.”

Komitmen itu diwujudkan dalam pengelolaan limbah yang ketat, efisiensi energi, dan kesejahteraan tenaga kerja. Bagi PT Esun, industri bukan sekadar soal produksi, tapi juga keberlanjutan kehidupan di sekitarnya.

BACA JUGA:  Kapal Tongkang Muat Granit Terbalik di Perairan Batu Ampar Batam, Begini Kronologinya

Harapan di Tengah Deru Mesin

Bagi Nurul, masa depan berarti satu hal: adik-adiknya bisa kuliah. “Kalau mereka sukses, itu cukup buat saya,” katanya dengan mata berbinar.

Sementara bagi Denti, kebahagiaan sederhana adalah punya rumah kecil yang nyaman untuk keluarganya. “Kalau semua kebutuhan terpenuhi, saya bisa kerja dengan tenang,” ucapnya.

Keduanya mungkin berbeda latar, tapi di antara mereka mengalir satu benang merah: PT Esun memberi ruang bagi harapan untuk tumbuh.

BACA JUGA:  Tepergok Patroli Malam, 2 Karyawan di Nongsa Batam Nekat Mau Mencuri Pakai Becak

Dari Batam, di antara industri baja dan pelabuhan internasional, dua perempuan muda ini membuktikan bahwa ekonomi bukan hanya soal angka dan grafik, tapi tentang manusia yang berjuang menjaga harapan tetap hidup.

Dan di sanalah, PT Esun terus bekerja, menjaga agar suara mesin tak hanya berbunyi untuk produksi, tapi juga untuk menyalakan denyut kehidupan.