Dalam panduan resminya, Administrasi Radio dan Televisi Nasional menekankan pentingnya prinsip realisme dalam penggambaran komunitas wirausaha. Kreator diminta untuk tidak membungkus cerita yang tidak masuk akal dengan dalih pendekatan artistik atau realisme semu.
Akun WeChat Guangdianshijie, yang berafiliasi dengan China Press and Publishing Media Group Co. Ltd, melaporkan bahwa praktik mengarang alur cerita berlebihan dan tidak memiliki nilai substantif berpotensi mendistorsi persepsi publik terhadap pengusaha Tiongkok. Hal tersebut dinilai dapat merusak citra komunitas wirausaha secara keseluruhan.
Panduan tersebut mendorong kreator untuk mengangkat kisah nyata para pengusaha Tiongkok, baik dari sisi sejarah maupun perkembangan masa kini. Pemerintah menilai narasi yang berfokus pada konflik asmara dan perebutan harta keluarga tidak mencerminkan realitas dunia usaha yang sesungguhnya.
Secara khusus, kreator juga diminta menghindari promosi konsep pernikahan yang semata-mata mengejar kekuasaan dan kekayaan. Regulasi ini sekaligus menegaskan perlunya penguatan pengelolaan drama pendek bertema romansa CEO.
Langkah konkret yang diusulkan meliputi pengurangan jumlah produksi, peningkatan kualitas cerita, serta larangan penggunaan istilah sensasional seperti “CEO yang mendominasi” sebagai judul umpan klik.







