Rencana insentif pembersihan lahan tersebut dipatok Rp2 juta per hektare, disesuaikan kebutuhan kelompok tani dan kondisi desa.
Selain kelapa, Cen mendorong masyarakat Pulau Panjang bersiap memasuki era hilirisasi komoditas laut, terutama rumput laut, yang kini menjadi unggulan Natuna.
“Kami sedang menggalakkan persiapan ekspor–impor komoditas unggulan Natuna, termasuk rumput laut. Target kami, Kuartal III atau bulan ketiga tahun depan, ekspor mulai berjalan. Berapa pun hasilnya akan diterima negara tujuan,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat mulai membudidayakan rumput laut sejak sekarang agar dapat masuk dalam gelombang ekspor perdana Natuna.
Dalam kunjungan itu, Bupati Cen juga menautkan visi pembangunan sektor pangan dan hilirisasi dengan program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Di Pulau Panjang, program MBG telah berjalan di satu titik layanan bagi pelajar. Cen menekankan bahwa keberhasilan MBG harus ikut menggerakkan ekonomi desa.
“MBG harus berhasil. Tapi produk lokal harus menjadi tulang punggung penyedia kebutuhan. BUMDes dan kelompok masyarakat bisa mulai budidaya ayam, menyediakan telur, daging, hingga menanam sayur di pekarangan. Ini menggerakkan ekonomi setiap hari,” pesannya.













