Ella juga menyayangkan sikap pihak keamanan dan teknisi DC Mall yang dinilainya tidak siaga menghadapi kondisi darurat.
“Ini namanya pembiaran. Kalau listrik padam sampai empat kali, seharusnya ada petugas yang standby di titik-titik krusial seperti lift. Tapi kenyataannya tidak ada,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen DC Mall terkait insiden pemadaman listrik berulang tersebut. Pengunjung hanya menerima permintaan maaf secara lisan dari petugas keamanan yang berada di lokasi.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang prosedur keselamatan di pusat perbelanjaan besar seperti DC Mall. Pemadaman listrik di tempat umum seharusnya diantisipasi dengan sistem back-up dan petugas siaga di titik-titik rawan seperti lift dan tangga darurat.
Warga Batam dan pengunjung berharap manajemen DC Mall segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan respons darurat mereka.







