“Hilirisasi timah memberikan peluang besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Batam, dengan keunggulan geografis dan fasilitasnya, menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat untuk percepatan investasi,” jelas Todotua.
Ia juga menyoroti potensi Kepri sebagai wilayah strategis yang memiliki akses langsung ke pasar internasional, baik melalui darat maupun laut. “Dengan Selat Malaka dan status KEK, Kepri diharapkan menjadi motor utama pertumbuhan investasi nasional pada tahun 2025,” tambahnya.
Pasar Global Sudah Menanti
Direktur PT. Prima Dredge Teams, Soeharsono, mengungkapkan bahwa produk hilirisasi timah dari pabrik di Batam telah memiliki pasar yang luas. Sebanyak 90% kapasitas produksi pabrik telah mendapatkan Letter of Interest (LOI) dari 18 perusahaan luar negeri, termasuk dari Eropa, Amerika, Jepang, Taiwan, dan Kanada.
“Fokus kami adalah memproduksi berbagai macam tin chemical yang memiliki nilai tambah tinggi. Produk ini telah mendapatkan minat besar dari pasar internasional, sehingga potensi ekspor sangat besar,” kata Soeharsono.
Pabrik ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.







