Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, menegaskan bahwa perbaikan ini adalah respons atas kondisi di lapangan yang sudah masuk kategori darurat.
“Akses ini sangat penting bagi nelayan dan para guru. Karena kondisinya sudah memprihatinkan dan berpotensi membahayakan, maka dilakukan perbaikan secara bersama-sama untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga,” ujar AKBP Novyan.
Semangat kebersamaan tampak kental selama proses perbaikan yang memakan waktu hingga tujuh jam tersebut. Tokoh nelayan, perangkat desa, dan masyarakat setempat turut terjun langsung memastikan pelabuhan rakyat ini kembali kokoh.
Selain menunjang aktivitas perekonomian nelayan, keberadaan fasilitas yang lebih aman ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar tanpa rasa waswas akan risiko kecelakaan akibat jembatan rusak.













