Gudangberita.co.id – Peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam memasuki usia emas organisasi tersebut, yakni ke-50 tahun.
Selain kapasitas dan kualitas, PPNI juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan SDM, khususnya di bidang profesi keperawatan.
Adil Candra, Ketua DPW PPNI Kepulauan Riau mengungkapkan, jumlah perawat di Provinsi Kepri sekira 6.716 orang.
“Jumlah ini fluktuatif tiap tahun, bisa bertambah namun juga bisa berkurang,” kata Adil di sela peringatan HUT ke-50 PPNI tingkat Kota Batam di kawasan Golden Prawn, Sabtu (2/3/2024).
Ia menyoroti pentingnya kesetaraan kesejahteraan di kalangan pekerja medis. Salah satu sorotannya adalah perbedaan mencolok pada masa pandemi Covid-19 lalu.
Adil menyebut, pada masa pandemi, dokter spesialis bisa memperoleh insentif Rp 15 juta, dokter umum dan gigi Rp 10 juta dan perawat ‘hanya’ mendapatkan Rp 7,5 juta.
Saat masa pandemi berlalu, tunjangan atau insentif bagi perawat tak sebesar yang diterima sebelumnya.
“Sesuai kemampuan daerah saja, kalau daerahnya besar ya besar dapatnya, kalau kecil ya begitulah. Itu bagi PNS, lalu bagaimana yang swasta. Syukur-syukur bisa sesuai UMK,” ujarnya.













