Gudangberita.co.id, Lingga – Di balik riuhnya musik dan gemerlap lampu tempat hiburan malam (THM) yang menjadi tempatnya mengais rezeki, Diana adalah sosok yang sedang berproses mencari kedamaiannya sendiri.
Nama “Diyana” yang terukir abadi dalam rajahan tato di lengannya memang menjadi penanda jati diri yang kuat, namun belakangan ini, ia mulai menunjukkan sisi yang berbeda.
Rekan-rekannya mengenang Diana sebagai pribadi yang mulai memilih menutup diri dengan hijab, sebuah perubahan kecil yang menjadi sinyal bahwa ia sedang berusaha menata lembaran hidup yang lebih bersahaja.

Namun, langkah Diana untuk berbenah harus terhenti secara paksa di sebuah liang dangkal kawasan Setajam, Dabo Singkep.
Perjalanan hidupnya yang kontras—antara identitas tato yang berani dan kelembutan hijab yang baru dikenakannya—kini hanya menjadi kenangan pilu bagi mereka yang mengenalnya.
Tidak ada yang menyangka bahwa usaha Diana untuk menjauh dari hiruk pikuk dunia malam justru berakhir pada tragedi memilukan yang menggegerkan warga pada Selasa (28/4/2026) sore kemarin.
Ironisnya, tato yang menghiasi tangan kanannya jugalah yang menjadi saksi bisu sekaligus kunci identifikasi saat jasadnya ditemukan terkubur tidak wajar.












