Gudangberita.co.id, Batam – Fenomena percobaan bunuh diri di Jembatan Barelang kembali menjadi sorotan tajam. Pasca serangkaian aksi penyelamatan dramatis pada akhir Maret 2026, praktisi ruqyah syar’iyyah, Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro, angkat bicara mengenai “perang spiritual” yang sedang terjadi di ikon Kota Batam tersebut.
Dalam keterangannya pada Rabu (1/4/2026), Ustaz Candra mensyukuri tren penurunan korban jiwa di Jembatan I Barelang belakangan ini. Meski beberapa percobaan aksi nekat masih terjadi, kesiapsiagaan petugas dan warga berhasil mencegah hilangnya nyawa.
Berdasarkan data dari Ditpam BP Batam, dua aksi nekat berhasil digagalkan dalam dua hari berturut-turut:
Senin, 30 Maret 2026: Petugas Pos Pam, melaporkan seorang ibu yang mencoba melompat berhasil diamankan petugas.
Selasa, 31 Maret 2026: Seorang pria pekerja swasta nekat terjun ke laut, namun nyawanya terselamatkan oleh pemancing yang mendengar teriakan minta tolong di kegelapan malam.
“Ini adalah perang spiritual nyata. Kita tidak hanya bicara soal fisik, tapi soal bisikan gelap yang menargetkan jiwa-jiwa yang sedang rapuh,” ujar Ustaz Candra.
Ustaz Candra menjelaskan secara syariat mengapa jembatan, terutama yang berada di atas air, kerap menjadi titik rawan. Mengacu pada hadis riwayat Muslim, ia menyebut bahwa Iblis meletakkan singgasananya di atas air.













