“Jembatan I Barelang posisinya tinggi, angin kencang, dan di bawahnya air laut yang gelap. Ini adalah titik konsentrasi jin dan setan untuk mengintai manusia yang imannya sedang goyah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti adanya aktivitas maksiat di sekitar lokasi, seperti temuan botol minuman keras dan perilaku tidak santun muda-mudi, yang disebutnya sebagai “magnet” bagi keberadaan jin.
Rekam Jejak Ruqyah di Jembatan Barelang
Hingga saat ini, upaya spiritual telah dilakukan secara masif di Jembatan I:
Ruqyah Pertama (19 Juli 2024): Respons awal terhadap tingginya angka tragedi.
Ruqyah Massal (21 November 2025): Penyiraman 5.000 liter air ruqyah di sepanjang trotoar Jembatan I untuk menetralisir energi negatif dan “membersihkan” lokasi dari gangguan gaib.
Namun, karena dua kejadian maut baru-baru ini justru bergeser ke Jembatan 3 dan Jembatan 5, Ustaz Candra berencana memperluas jangkauan pembersihan spiritualnya.
Melihat pola kejadian yang mulai berpindah lokasi, Ustaz Candra menyatakan komitmennya untuk melakukan ruqyah di seluruh gugus jembatan yang menghubungkan Batam, Rempang, dan Galang.
“Kami berencana merukyah seluruh 6 jembatan Barelang. Tujuannya satu: mendoakan keselamatan dan memutus simpul-simpul gangguan setan yang mengikat trauma manusia di sana,” tegasnya.













