BatamLayanan PublikZona Headline

Kaleidoskop 2024: 3 Fakta Mengerikan Layanan SPAM di Batam

1780
×

Kaleidoskop 2024: 3 Fakta Mengerikan Layanan SPAM di Batam

Share this article
Air berlumpur seperti cincau bikin resah warga di sejumlah perumahan di Batam pada awal tahun 2024 lalu. (Foto: tangkapan layar instatory millik warga)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Tahun 2024 menjadi tahun penuh polemik bagi layanan air bersih di Batam yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM).

Berbagai kasus pencemaran air mencuat, mulai dari air bercacing hingga air hitam seperti lumpur. Berikut tiga fakta mengerikan tentang layanan air bersih di Batam yang menjadi sorotan sepanjang tahun:

  1. Air Hitam Mengalir ke Rumah Warga
BACA JUGA:  Jangan Hanya Galak ke Rakyat Kecil, Aktivis Tantang Li Claudia Berantas Reklamasi Ilegal dan Deforestasi

Warga di kawasan Pertokoan Cipta Puri Tiban mengalami krisis air pada akhir Desember 2023. Selama empat hari, air mati tanpa alasan yang jelas, hingga akhirnya aliran air kembali namun dengan kualitas yang sangat buruk: air hitam menyerupai lumpur.

Air berlumpur seperti cincau bikin resah warga di sejumlah perumahan di Batam pada awal tahun 2024 lalu. (Foto: tangkapan layar instatory millik warga)

“Sudah empat hari tidak bisa jualan karena tidak ada air. Ketika akhirnya ada air, warnanya hitam pekat seperti lumpur,” keluh Wartuti, salah satu warga.

BACA JUGA:  Gandeng PLN, BP Batam Bangun PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara

Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa keruhnya air disebabkan oleh perbaikan pipa yang bocor di kawasan Tiban. Endapan kotoran dalam pipa naik dan terbawa aliran air yang diterima warga.

Denny mengakui bahwa proses pembuangan kotoran dari pipa seharusnya dilakukan sebelum air dialirkan kembali ke rumah-rumah warga. Namun, kelalaian ini menyebabkan warga menerima air dengan kualitas yang jauh dari standar.