“Alangkah baiknya dikasih tahu ke karyawan secara langsung disertai video ini sebagai bukti. Karena hama seperti ini bisa terjadi di mana saja, bahkan di restoran dalam mal sekalipun. Yang penting mereka lebih aware ke depannya,” komentar akun Pwietiegurls.
Tak hanya soal tikus, pengalaman pelanggan terhadap pelayanan toko bakery tersebut ikut mencuat ke permukaan. Beberapa warganet membandingkan pelayanan di cabang berbeda dari jaringan Morning Bakery, yang merupakan salah satu brand waralaba kuliner ternama di Batam.
“Di morbek yang sama, disampaikan kalau lalat masuk ke rak roti, tapi jawabannya cuma ‘iya’ dan lanjut sibuk sendiri, tanpa tindakan apa-apa,” tulis akun bels.
“Pernah beli roti di situ dan uang kurang Rp1.000. Dari sekian banyak karyawan, satu pun nggak peduli sampai anak nangis dan akhirnya pulang ambil duit Rp2.000,” tulis akun wong sabar.
Kasus ini menyoroti pentingnya standar kebersihan dan kualitas layanan di toko makanan, terutama di era digital di mana keluhan pelanggan dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi reputasi brand secara luas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Morning Bakery Tiban. Publik menantikan apakah pihak manajemen akan melakukan evaluasi serta peningkatan terhadap manajemen kebersihan dan layanan pelanggan, demi menjaga kepercayaan konsumen.







