Kondisi ini membuat pelayanan air bersih belum optimal. Sejumlah warga disebut bersedia membayar iuran, asalkan distribusi air berjalan lancar dan stabil.
Pemerintah daerah, lanjut Cen, akan mendorong penambahan kapasitas produksi serta mengusulkan pembangunan unit IPA baru ke PUPR guna memperkuat sistem penyediaan air minum di wilayah tersebut.
“Kita tidak bisa tambal sulam terus. Harus ada penambahan kapasitas supaya pelayanan air benar-benar menjangkau seluruh pelanggan,” tegasnya.
Sementara itu, Zaharuddin menambahkan, masyarakat telah memahami kondisi SPAM Sedanau dan berharap distribusi air bersih dapat kembali maksimal, terutama menjelang dan selama Ramadan.
Saat ini kapasitas produksi IPA hanya sekitar 5 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, instalasi maksimal melayani sekitar 300 hingga 500 rumah. Padahal, jumlah sambungan rumah (SR) tercatat mencapai 1.410 pelanggan. Idealnya, untuk melayani jumlah tersebut dibutuhkan debit minimal 15 liter per detik.













