Naas, tempat persembunyian itu terendus oleh pelaku setelah BS buka suara soal keberadaan Diana. Total ada 3 adegan krusial yang diperagakan di TKP Pasir Kuning ini, termasuk saat pelaku menemukan korban.
Sementara 22 adegan sisanya diperagakan di rumah kontrakan tersangka di kawasan Setajam, di mana aksi penganiayaan berat diselesaikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan ratusan warga berdesakan di balik garis polisi. Beberapa warga bahkan tak mampu menyembunyikan rasa geram mereka saat Jaka memperagakan adegan demi adegan dengan detail di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Misteri penyebab pasti kematian korban pun kini benderang. Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menegaskan bahwa rekonstruksi ini sukses membuktikan kebrutalan tersangka yang sinkron dengan bukti medis.
“Berdasarkan hasil otopsi memang sesuai dengan adegan saat pelaku menekan bagian leher korban menggunakan tangan,” pungkas AKBP Pahala Martua Nababan, Senin (18/5/2026).
Pencekikan maut di leher itulah yang menyudahi perlawanan Diana setelah sempat lelah berlari menyelamatkan diri. Meski sempat memanas karena emosi warga, seluruh rangkaian rekonstruksi berakhir aman dan kondusif di bawah kawalan ketat aparat kepolisian.













