“Saya marah karena dia sempat pegang pisau saya, makanya saya tikam terus,” ungkap pelaku kelahiran Tembilahan, 24 September 2005 itu.
Mirisnya, niat utama Iksan bukan hanya karena emosi sesaat, melainkan karena ingin merampok perhiasan korban. Ia berharap hasil rampokan bisa digunakan untuk membayar utang yang menumpuk.
“Saya tertekan, utang belum lunas. Saya pikir, kalau saya ambil kalungnya, bisa bantu saya keluar dari masalah,” tambahnya.











