KepriPolitik

Tergetar Hati Kami Lihat HMR Disambut Cinta Warga Batak, & Gondang Panomu-nomuan

236
×

Tergetar Hati Kami Lihat HMR Disambut Cinta Warga Batak, & Gondang Panomu-nomuan

Share this article

Catatan dari Suksesnya Konser Rura Nauli di Kota Batam

Konser Rura Nauli di SP Plaza Batu Aji, Sagulung, Kota Batam, Sabtu (16/11/2024) berlangsung meriah dan sukses. Tak hanya melibatkan artis lokal, konser alunan lagu-lagu Batak ini bahkan menurunkan sederetan artis ibukota.
banner 468x60

Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Ninggor Sitorus mengajak seluruh penonton untuk menyanyikan yel-yel Nomor Urut 2, sembari mengangkat 2 jarinya ke atas.

“Kita menyiapkan acara konser ini, untuk menyambut pilkada 2024. Momen ini kita bawa enjoy, berbagi kebahagiaan, sekaligus mengajak memilih Rudi-Rafiq. Kegiatan ini menjadi bagian dalam rangka menyambut pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada). Memberikan makna, pilkada sebagai kegiatan yang dijalani sebagai pesta riang gembira,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Tambah Kuota Beasiswa Kepri 2026, Kelompok Mahasiswa Tidak Mampu Jadi Prioritas Utama

Dengan memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi, maka masyarakat Batak di Batam, menghadirkan konser musik. Sekaligus memperkenalkan budaya batak, karena diiring dengan tor-tor.

Menariknya, setibanya HMR di lokasi, sebagian panitia Konser Rura Nauli menyambutnya dengan Gondang Panomu-nomuan dan juga dengan beberapa penari Batak Toba.

“Gondang Panomu-nomuan” yang artinya penyambutan untuk tamu besar yang hadir dalam sebuah acara Penyambutan ini dipimpin oleh Sahat Sianturi.

BACA JUGA:  Panduan Praktis: Cara Bayar Pajak Kendaraan di Kepri Secara Online, Manfaatkan Diskon Tahun 2026!

Setelah itu, Punxgoaran pun mulai menghibur masyarakat sekira pukul 20.10 WIB. Diawal dengan Yehyel untuk Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor 2 Urut 2, Rudi Rafiq. Dilanjutkan dengan lagu Mardua Holong.

Sesi berikutnya beberapa panita memberikan kata sambutan dan Penasihat Kegiatan tersebut Onward Siahaan, memimpin deklarasi. Dilanjutkan dengan sesi pemberian ulos dan dipakaikan ampu (topi adat laki-laki Mandailing).