Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam
Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde Spanyol Mandul di Piala Dunia 2026, Media Malaysia Tawarkan ‘Kursus Kilat’ Cara Jebol Cape Verde
Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas
7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam 7 Fakta di Balik Demo Warga Pulau Kasu Serang Kantor LIRA Kepri di Batam
Catatan Batam: Menghalau Lonceng Kematian Kontrol Sosial di Ruang Publik Catatan Batam: Menghalau Lonceng Kematian Kontrol Sosial di Ruang Publik

Ledakan di Rumah Sakit Semen Padang

Duaar…! Ledakan di Rumah Sakit Semen Padang, Keluarga dan Pasien Berhamburan Menyelamatkan Diri
Nusantara

Duaar…! Ledakan di Rumah Sakit Semen Padang, Keluarga dan Pasien Berhamburan Menyelamatkan Diri

30/01/202430/01/2024
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga

Terpopuler

  • 1
    Benarkah Alat Intelijen? Mengenal Spesifikasi PBX Finder yang Mengintai Ketua BEM UGM
    14/06/202614/06/2026 3209
  • 2
    Diserang Usai Kritik Proyek Pulau Kasu, Gubernur LIRA Kepri: Saya Tidak Singgung Suku atau Ras!
    16/06/202616/06/2026 286
  • 3
    Berkas Masuk Kejaksaan, Kasus Mantan Residivis Bunuh Istri Siri di Lingga Memasuki Babak Baru
    13/06/202613/06/2026 174
  • 4
    Diduga Aksi ‘Rayap Besi’ di Terowongan Pelita Batam Terekam Kamera, Fasilitas Publik Dirusak?
    14/06/202614/06/2026 141
  • 5
    Maling Penutup Drainase Terowongan Pelita Ditangkap, Polisi Buru Penadah ‘Rayap Besi’ di Batam
    16/06/202616/06/2026 85
  • 6
    Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena “Ceramah” Pakta Integritas
    16/06/202616/06/2026 81
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun meny Sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar yang kini jamak dianggap sebagai mitos terbesar: benarkah Tim Nasional India batal manggung di Piala Dunia 1950 di Brasil hanya karena FIFA melarang mereka bertanding "nyeker" alias tanpa sepatu? Narasi unik ini terus dirawat ingatan publik sejak skuad India kedapatan bermain tanpa alas kaki di Olimpiade London 1948. Pertanyaan pun muncul ke permukaan, apakah regulasi ketat FIFA soal wajib sepatu itu merupakan batu sandungan nyata, atau jangan-jangan hal tersebut sengaja dijadikan alibi belaka oleh pihak federasi?

Fakta sejarah mencatat bahwa isu larangan bertelanjang kaki dari FIFA bukanlah tembok utama yang menjegal langkah India, melainkan sebuah miskonsepsi yang telanjur dipercaya publik. India sebenarnya sudah mengantongi tiket lolos otomatis ke Brasil setelah seluruh rivalnya di zona Asia—termasuk Indonesia, Myanmar, dan Filipina—kompak mengundurkan diri dari kualifikasi. Bahkan, guna memastikan kehadiran mereka, pihak panitia penyelenggara di Brasil sampai menawarkan diri untuk menyokong sebagian besar ongkos logistik perjalanan mereka. Namun, bukannya terbang ke Amerika Selatan, Federasi Sepak Bola India (AIFF) justru mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik diri dari turnamen.

Di balik misteri kaki ayam tersebut, AIFF nyatanya memiliki agenda internal yang jauh dari urusan alas kaki. Alasan asli penolakan tersebut murni karena masalah prioritas, di mana para pengurus federasi saat itu memandang ajang Olimpiade memiliki prestise yang jauh lebih mentereng ketimbang Piala Dunia FIFA. Alibi "kurangnya waktu persiapan", adanya konflik internal terkait bongkar-pasang pemilihan pemain, serta kendala akomodasi menjadi alasan hitam di atas putih yang diajukan AIFF. Pada akhirnya, drama mundurnya India di tahun 1950 bukanlah cerita romantis tentang keteguhan prinsip bermain tanpa sepatu, melainkan murni akibat kalkulasi politik dan gengsi kompetisi dari sang pengurus federasi.

#pialadunia2026 #sepakbola #india
Badan Pengusahaan (BP) Batam tampaknya harus elus Badan Pengusahaan (BP) Batam tampaknya harus elus dada sekaligus garuk-garuk kepala melihat fenomena yang terjadi di lapangan belakangan ini. Bagaimana tidak, komitmen penuh untuk menyulap infrastruktur kota lewat berbagai proyek estetika yang cetar membahana, justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit di jalanan. Besi-besi penutup saluran drainase utilitas kota yang dirancang kokoh demi keamanan dan kenyamanan publik malah raib satu per satu setelah menjadi menu "kunyahan" favorit jaringan oknum tidak bertanggung jawab yang dijuluki rayap besi.

Ironisme ini kian kentara ketika hasil inspeksi lapangan pasca-viralnya video penjarahan fasilitas umum di kawasan Terowongan Pelita menunjukkan kerusakan yang masif. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada enam titik penutup saluran drainase yang ditemukan dalam kondisi hancur akibat besi di bagian dalam konstruksinya habis digondol pelaku. Kerja keras penataan kota yang memakan anggaran tidak sedikit tersebut seolah dipaksa tak berdaya melawan kelihaian kawanan rayap besi berwujud manusia yang hobi berburu cuan receh ini.

Meski salah satu aktor utamanya kini sudah berhasil dikandangkan oleh tim gabungan kepolisian, pekerjaan rumah bagi BP Batam dan aparat penegak hukum masih jauh dari kata selesai. Jaringan rayap besi ini disinyalir memiliki rantai operasi yang rapi, mulai dari eksekutor lapangan yang bermodalkan nekat hingga jalur penadah yang siap menampung logam curian tersebut. Tantangan besar kini berada di pundak pemangku kebijakan untuk tidak hanya fokus membangun proyek fisik yang megah, melainkan juga merumuskan sistem pengawasan ekstra ketat agar fasilitas publik di Batam tidak terus-menerus menjadi bancakan para penjarah.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland #rayapbesi
Respons cepat kepolisian terhadap keluhan masyarak Respons cepat kepolisian terhadap keluhan masyarakat Batam akhirnya membuahkan hasil manis setelah pelaku penjarahan fasilitas publik di kawasan Terowongan Pelita resmi diringkus. Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono membenarkan bahwa pelaku pencurian yang dijuluki "rayap besi" tersebut sudah diamankan oleh tim gabungan pada Minggu (14/6/2026) malam. Kabar penangkapan kilat ini langsung disambut dengan seruan "Alhamdulillah!" oleh netizen di berbagai platform media sosial, yang sebelumnya dibuat geram oleh aksi nekat sang maling.

Penangkapan ini dilakukan tidak lama setelah video amatir rekaman warga yang sedang berolahraga pagi viral dan memicu gelombang kecaman publik. Dalam video tersebut, pelaku terlihat santai membongkar dan menggondol besi penutup saluran drainase yang dibangun untuk utilitas kota. Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh pihak BP Batam pasca-kejadian, ulah tangan panjang pelaku terbukti telah merusak sedikitnya enam titik konstruksi penutup drainase dan membuat kawasan vital tersebut menjadi rawan kecelakaan.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polda Kepulauan Riau untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut mengenai motif serta identitas resmi pelaku. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berhenti pada penangkapan intermeso ini saja, melainkan terus mendalami keterlibatan jaringan lain termasuk memburu para penadah yang kerap menampung barang curian tersebut. Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai aksi pencurian infrastruktur publik yang tengah marak terjadi di Kota Batam.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland #rayapbesi
Jagat sepak bola tampaknya harus merevisi hierarki Jagat sepak bola tampaknya harus merevisi hierarki kekuatan mereka setelah laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Hasil imbang 0-0 antara raksasa Eropa, Spanyol, melawan tim debutan Cape Verde rupanya menjadi panggung pembuktian dogma baru: di atas langit Eropa, ternyata masih ada Harimau Malaya. Merasa di atas angin, sebuah media Malaysia tanpa ragu melempar headline provokatif "Malaysia Sudah Tunjuk Cara Bolosi Cape Verde". Narasi ini seolah menegaskan bahwa Spanyol "dengan deretan bintang mahal senilai triliunan rupiah" hanyalah sekumpulan pemain amatir yang kurang riset dan butuh "kuliah taktik" gratis dari Kuala Lumpur.

Kesombongan yang menggelitik ini dipicu oleh memori laga persahabatan Mei tahun lalu, di mana Malaysia sukses menahan imbang Cape Verde 1-1 melalui gol Paulo Josue. Ketika Alvaro Morata dan kolega dibuat pening tujuh keliling serta frustrasi oleh tujuh penyelamatan gemilang kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinho, media jiran justru dengan bangga membusungkan dada. Mereka menilai skema serangan racikan Luis de la Fuente masih kalah cerdik ketimbang taktik Harimau Malaya yang terbukti ampuh menjebol gawang negara kepulauan Afrika tersebut. Spanyol secara tidak langsung diminta sadar diri bahwa trofi Piala Dunia 2010 mereka tidak ada apa-apanya dibanding formula rahasia dari Stadium Bola Sepak Kuala Lumpur.

Tinta emas yang ditorehkan Cape Verde di laga debutnya kini justru berbelok menjadi panggung komedi sepak bola berkat klaim sepihak dari negara jiran. Dengan nada sarkas yang kental, ulasan tersebut seolah menyarankan agar tim analis taktik sekelas Uruguay dan Arab Saudi segera mengunduh rekaman pertandingan Malaysia tahun lalu jika tidak ingin bernasib tragis seperti Spanyol. Pada akhirnya, laga ini bukan lagi soal kegagalan taktik La Roja, melainkan tentang bagaimana Malaysia berhasil memanfaatkan momen untuk mengajari mantan juara dunia cara bermain bola yang "benar".

#timnas #pialadunia2026 #malaysia #harimaumalaya
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer