Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Wajah Orde Baru di Tahun 2026: Saat Tulisan Jurnalis Lebih Ditakuti Ketimbang Koruptor Wajah Orde Baru di Tahun 2026: Saat Tulisan Jurnalis Lebih Ditakuti Ketimbang Koruptor
Geger! Seorang Wanita di Desa Sei Ungar Kundur Ditemukan Tewas Tergantung, Sang Ayah Histeris Geger! Seorang Wanita di Desa Sei Ungar Kundur Ditemukan Tewas Tergantung, Sang Ayah Histeris
Tragedi di Pantai Pelawan: Niat Selamatkan Anak yang Terseret Arus, Sang Ayah Justru Tewas Tenggelam Tragedi di Pantai Pelawan: Niat Selamatkan Anak yang Terseret Arus, Sang Ayah Justru Tewas Tenggelam
Cek Skincare Anda! Klinik EAC Batam Dilaporkan ke Polda Kepri Terkait Keamanan Produk Cek Skincare Anda! Klinik EAC Batam Dilaporkan ke Polda Kepri Terkait Keamanan Produk
Menelusuri Jejak Zakaria: Pamit ‘Self-Healing’ ke Subang di Tengah Misteri Kematian Diana Menelusuri Jejak Zakaria: Pamit ‘Self-Healing’ ke Subang di Tengah Misteri Kematian Diana

Kebaya Labuh

Mengenal Kebaya Labuh yang Didukung Kepri Sebagai Warisan Budaya ke UNESCO
Kepri

Mengenal Kebaya Labuh yang Didukung Kepri Sebagai Warisan Budaya ke UNESCO

10/07/202310/07/2023
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga
Kegiatan DPRD Kabupaten Lingga

Terpopuler

  • 1
    Terungkap! Mayat Terkubur Dangkal di Dabo Adalah Diana, Wanita Pekerja Kafe Asal Tanjungpinang
    29/04/202630/04/2026 5718
  • 2
    Antara Tato dan Hijab: Menyingkap Sisi Lembut Diana di Balik Hiruk Pikuk Dunia Malam
    29/04/202630/04/2026 2795
  • 3
    Viral Isu ‘Psikopat’ di Dabo Singkep Usai Temuan Mayat Terkubur di Halaman Rumah
    28/04/202628/04/2026 2444
  • 4
    Beda Identitas di Kijang dan Dabo: Mengapa Safitri Yana Dikenal Sebagai Diana yang Tertutup?
    30/04/202630/04/2026 2216
  • 5
    Chat Terakhir Kakak Kandung ke Jaka: ‘Baleklah ke Dabo, Menyerahkan Diri Jangan Bikin Repot Polisi!’
    02/05/202602/05/2026 2202
  • 6
    BREAKING NEWS: Geger Penemuan Mayat Perempuan Terkubur Dangkal di Dabo Singkep, Diduga Korban Residivis
    28/04/202630/04/2026 2024
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Lizzie Velasquez pernah menyandang label kejam seb Lizzie Velasquez pernah menyandang label kejam sebagai "wanita terjelek di dunia" akibat kondisi medis langka yang ia bawa sejak lahir. Mengidap sindrom Marfan dan lipodistrofi, tubuh Lizzie tidak mampu menyimpan lemak, yang membuatnya terlihat sangat kurus dengan ciri fisik yang tampak jauh lebih tua dari usia aslinya. Kondisi genetik ini memengaruhi jaringan ikat dan sistem metabolisme tubuhnya secara drastis, hingga menciptakan penampilan yang memicu rundungan (bullying) luar biasa sepanjang hidupnya.

Namun, alih-alih hancur karena ejekan dan stigma negatif masyarakat, wanita asal Amerika Serikat ini memilih untuk mengubah luka menjadi kekuatan. Lizzie menolak untuk didefinisikan oleh penilaian orang lain terhadap fisiknya. Ia bangkit dan bertransformasi menjadi seorang motivator dunia yang vokal menyuarakan gerakan anti-bullying. Baginya, kecantikan sejati tidak terletak pada standar fisik yang semu, melainkan pada ketangguhan jiwa untuk tetap tegak di tengah badai kritik.

Kini, Lizzie Velasquez dikenal sebagai sosok yang menginspirasi jutaan orang untuk bersikap lebih ramah dan penuh empati. Dengan tekad bulat, ia ingin memberikan dampak positif bagi dunia dan mengajak setiap individu untuk bangga membantu sesama. Pesannya sangat jelas: ia siap berdiri paling depan untuk melawan perundungan, membuktikan bahwa identitas seseorang tidak ditentukan oleh apa yang terlihat di cermin, melainkan oleh kebaikan yang mereka berikan kepada dunia.

#bullying #kesehatan #skincare
Klinik kecantikan EAC kini berada di bawah sorotan Klinik kecantikan EAC kini berada di bawah sorotan tajam setelah dilaporkan ke Polda Kepri atas dugaan praktik bisnis gelap. Meski dikenal sebagai salah satu pemain besar dengan cabang di mal-mal strategis seperti BCS Mall dan Grand Mall, reputasi klinik ini rontok seketika saat mantan karyawannya membongkar dugaan penjualan produk kosmetik tanpa izin BPOM. Kontradiksi ini sangat mengejutkan, mengingat klinik ini mampu meraup omzet fantastis hingga Rp1,7 miliar per bulan dari kepercayaan ribuan warga Batam yang mendambakan perawatan kulit profesional.

Di balik kemilau omzet miliaran tersebut, terungkap modus operandi yang jauh dari standar medis dan legalitas. Manajemen diduga memaksa karyawan memanipulasi produk yang sudah kedaluwarsa dengan cara menghapus tanggal asli menggunakan cairan aseton dan menggantinya dengan masa berlaku baru. Praktik nekat ini disinyalir dilakukan untuk menekan kerugian dari produk impor yang sudah basi, tanpa memedulikan risiko kerusakan kulit permanen atau bahaya jangka panjang yang mengancam para pelanggan setia mereka di Batam.

Laporan ke pihak kepolisian kini menjadi babak baru yang mengancam keberlangsungan jaringan klinik EAC di Kepulauan Riau. Didampingi kuasa hukum dan LI BAPAN Kepri, para pelapor membawa bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa keuntungan besar yang diraih selama ini diduga kuat berasal dari pemalsuan izin dan penipuan konsumen. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri kecantikan di Batam bahwa popularitas dan omzet besar tidak bisa menjadi tameng untuk menabrak aturan hukum dan membahayakan keselamatan publik.

#batam #batamhits #batamhits_#klinikkecantikan
Minggu pagi yang tenang di Jalan Parit Mataram bia Minggu pagi yang tenang di Jalan Parit Mataram biasanya hanya dihiasi suara kicauan burung dan aktivitas ringan warga Desa Sei Ungar. Namun, pada 3 April 2026, ketenangan itu pecah seketika menjadi histeria. Sebuah ritual pagi sederhana—niat seorang ayah untuk mencuci muka—justru menjadi pintu pembuka bagi sebuah tragedi yang memilukan.

Di balik pintu dapur rumah yang tampak biasa saja, Rizal Efendi harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya: melihat putri kandungnya, Junaidah (37), sudah terbujur kaku dalam posisi tergantung. Tak ada surat wasiat, tak ada tanda-tanda keributan sebelumnya.

Kini, saat jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Tanjung Batu, sebuah pertanyaan besar menggantung di benak warga dan keluarga yang ditinggalkan: Apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding rumah itu? Masalah berat apa yang tengah dipikul Junaidah hingga ia merasa satu-satunya jalan keluar adalah dengan mengakhiri hidupnya tepat di hadapan keluarganya?

Pihak kepolisian masih berupaya menyusun kepingan teka-teki ini. Inilah fakta-fakta yang sejauh ini berhasil terungkap...

Baca selengkapnya: 👈Gudangberita.co.id (Link di bio)

Atau klik link di bawah ini jika di Page FB @Gudangberita.co.id

👇👇
https://gudangberita.co.id/geger-seorang-wanita-di-desa-sei-ungar-kundur-ditemukan-tewas-tergantung-sang-ayah-histeris/
Minggu siang yang terik di Pantai Pelawan mendadak Minggu siang yang terik di Pantai Pelawan mendadak luruh dalam suasana mencekam saat tawa riang keluarga berubah menjadi jerit histeris. Pasir putih yang semula menjadi tempat bermain bagi Mr (7), seketika saksi bisu sebuah drama kepahlawanan yang memilukan. Sang ayah, Handoko (45), tanpa ragu menerjang gulungan ombak demi menyelamatkan buah hatinya yang terseret arus. Di antara deburan air laut Karimun, sebuah pengorbanan besar sedang terjadi; seorang ayah sedang bertaruh nyawa melawan keterbatasan dirinya demi memastikan sang anak kembali ke daratan dengan selamat.

Namun, takdir menuliskan akhir yang berbeda bagi sang kepala keluarga. Meski Mr berhasil dievakuasi dan melewati masa kritis, tubuh Handoko ditemukan lunglai tak berdaya setelah mengerahkan seluruh sisa tenaganya. Upaya warga memberikan pertolongan pertama di bibir pantai tak mampu membendung kehendak Yang Maha Kuasa. Liburan yang seharusnya menjadi momen hangat untuk mempererat ikatan, justru bertransformasi menjadi upacara perpisahan abadi di bawah langit Karimun yang mendung oleh duka.

Suasana haru mencapai puncaknya di TPU Teluk Air, di mana isak tangis sang istri pecah saat melepas kepergian lelaki yang dikenalnya sebagai sosok religius dan penyayang tersebut. Sambil menggendong balitanya yang masih kecil, ia harus merelakan belahan jiwanya beristirahat selamanya di liang lahat. Handoko pulang dengan predikat pahlawan yang sesungguhnya, meninggalkan kenangan pahit di balik indahnya Pantai Pelawan, namun mewariskan bukti nyata tentang cinta tanpa batas yang takkan pernah luntur oleh waktu.

#karimun #pantaipelawan #handoko #tenggelam #tanjungbalaikarimun
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer