“Kami paham betul pentingnya akses ini. Apalagi Natuna berada di ujung utara NKRI. Kami ingin jaminan penerbangan tetap ada, bukan hanya untuk orang, tapi juga logistik dan masa depan daerah,” jelas Cen.
Dalam surat resmi Pemkab Natuna kepada NAM Air dan Kemenhub, disampaikan bahwa maskapai penerbangan adalah tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. Maka, setiap rute yang terhenti, adalah denyut yang melemah.
Tak berhenti pada solusi jangka pendek, Bupati Cen Sui Lan sudah menyiapkan visi besar: pembangunan bandara komersial baru dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Bandara ini dirancang untuk menjangkau lebih jauh, hingga Heinan (Tiongkok), Thailand, Vietnam, Malaysia, dan kota-kota besar Asia.
“Bandara ini akan membuka pintu Natuna ke dunia. Kita siapkan dengan matang. Ini bukan mimpi, tapi langkah nyata menuju masa depan Natuna yang lebih terbuka dan maju,” tegas Cen penuh semangat.













