Dalam sambutannya, Ketua Srikandi sekaligus VP HCGA PLN Batam, Euis Hermawati, menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai keselamatan dan tanggap darurat perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan.
“Melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan manfaat berupa penyediaan sarana pendukung keselamatan dan peningkatan kapasitas para santri dan santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kami berharap mereka mampu memahami langkah-langkah pencegahan, merespons kondisi darurat dengan tepat, serta menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Euis.
Ia menambahkan bahwa Srikandi PLN Batam terus berkomitmen menjalankan program-program yang berorientasi pada berbagai aspek, antara lain pendidikan, kesehatan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian dari implementasi kepedulian sosial perusahaan yang berkelanjutan serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya.
“Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kami percaya bahwa budaya keselamatan harus dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama,“ pungkas Euis.













