“Lokasinya tepat di belakang Masjid Agung Baitul Izza, Ranai. Lahan yang disiapkan lebih dari cukup, sesuai ketentuan pemerintah,” jelas Puryanti, Senin (21/4).
1.000 Anak Masuk Data Kesejahteraan Sosial, Jadi Prioritas Penerima
Saat ini, Dinas Sosial Natuna mencatat ada lebih dari 1.000 anak usia 6 hingga 19 tahun yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka menjadi prioritas utama sebagai calon siswa Sekolah Rakyat, meski data tersebut masih dalam proses verifikasi dan validasi ulang.
“Sekolah ini akan difokuskan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Semua fasilitas dan kebutuhan mereka akan ditanggung pemerintah,” tegas Puryanti.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar dalam pemerataan akses pendidikan di wilayah perbatasan seperti Natuna. Selain mendukung program pengentasan kemiskinan, sekolah ini juga sejalan dengan misi pemerintah dalam menciptakan kesetaraan pendidikan untuk seluruh anak bangsa.













