“Insentif ini adalah wujud penghargaan dan dukungan pemerintah. Kami ingin semangat mendidik anak-anak tidak pernah padam,” jelas Cen Sui Lan.
Acara yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kebersamaan. Banyak guru ngaji tampak meneteskan air mata ketika bersalaman dengan pimpinan daerah.
Bagi masyarakat, para guru ngaji rumahan tidak sekadar pengajar bacaan Al-Qur’an. Mereka adalah penjaga akhlak dan moral generasi Natuna, terutama di pelosok dan pulau-pulau terluar.
Dengan program ini, diharapkan peran guru ngaji semakin kuat dalam membentuk karakter anak-anak Natuna, sekaligus memastikan nilai-nilai keagamaan terus terjaga di tengah arus modernisasi.







