Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun Pemerintah Kota Batam.
Perbaikan baru dapat dilakukan besok, karena cuaca kurang mendukung, serta hari sudah malam, dan ketinggian kubah juga menjadi pertimbangan.
“Kami baru bisa menindaklanjutinya besok, cek kerusakannya seperti apa dan akan kami perbaiki segera,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, makara yang patah berada di kubah utama masjid yang berada di tengah.
PT Adhi Karya melakukan investigasi, selama proses itu aktivitas masjid untuk masyarakat ditutup sementara.
Menurut Andi, pihaknya membangun kubah sudah sesuai perencanaan kontruksi dan bagian yang patah itu terjadi karena faktor alam.
“Kami mengerjakan sesuai perencanaan, sesuai perhitungan semua. Ini bencana alam kita enggak tahu,” katanya.
Selain merusak makara kubah masjid, atap mes karyawan kontraktor yang berada di area masjid juga tampak rusak usai diterjang angin. Namun, karyawan masih bisa menempatinya, terlihat dari sepatu-sepatu pekerja yang masih tersusun rapi di rak-rak depan mes. (Antara)











