“Lima bangunan habis terbakar. Api diperkirakan berasal dari gudang Pak Izhar. Yang terbakar, Gudang Pak Izhar, Gudang Pak Cukeng, Rumah Pak Irwan (Toko Mas), Gudang Pak Aheng, dan Rumah Pak Raja Saili,” jelas Haidir.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran Sedanau ini semakin menegaskan pentingnya sarana darurat di kawasan padat permukiman kayu. Rencana penambahan hydrant oleh Pemkab Natuna diharapkan segera direalisasikan agar proses pemadaman lebih cepat dan efektif di masa mendatang.

“Kalau hanya mengandalkan mesin pompa, kebakaran sulit dikendalikan. Hidran mutlak dibutuhkan,” ujar seorang warga di lokasi.













