Selain menyoroti aspek manajemen risiko, Lagat juga mempertanyakan minimnya transparansi PT ASL Shipyard kepada publik mengenai sistem K3 mereka. Ia meragukan kesesuaian SOP perusahaan dengan standar industri dan mempertanyakan validitas izin kerja yang dikeluarkan sebelum insiden.
Ledakan Kapal Diduga Karena Minyak: Kelalaian Fatal?
Dugaan awal menyebutkan bahwa insiden kebakaran dipicu oleh minyak yang masih tersimpan di dalam tangki kapal saat proses tank cleaning. Salah satu sumber internal Gudangberita.co.id membeberkan dugaan kelalaian fatal dari seorang ekspatriat berinisial Mr. A, yang menjabat sebagai Superintendent proyek tersebut.
“Clear area dan izin kerja sudah diterbitkan, padahal tangki masih menyimpan minyak. Ini jelas kelalaian berat,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, tanggung jawab atas hilangnya lima nyawa tidak hanya berada di tangan Mr. A, tetapi juga manajemen PT ASL Shipyard dan perusahaan rekanan yang ditunjuk sebagai kontraktor proyek, yakni PT G.
Ombudsman Minta Polda Kepri Usut Tuntas
Ombudsman Kepri meminta Polda Kepri segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sistem kerja dan manajemen K3 di PT ASL Shipyard. Desakan ini bertujuan agar tidak ada lagi korban jiwa di sektor industri berat yang seharusnya sangat memperhatikan keselamatan tenaga kerja.







