Hot NewsJakartaZona Headline

Momen Haru di Kediaman Dubes Iran: Mohammad Boroujerdi Apresiasi Dukungan Moril Warga Jakarta

28
×

Momen Haru di Kediaman Dubes Iran: Mohammad Boroujerdi Apresiasi Dukungan Moril Warga Jakarta

Share this article
Deretan karangan bunga dari berbagai pihak, termasuk politisi dan akademisi, yang ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral. (detikom)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Kediaman Duta Besar Iran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu kehangatan hubungan antarbangsa pada Kamis (5/3/2026). Di tengah suasana duka mendalam menyusul agresi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, ratusan warga Jakarta datang berbondong-bondong untuk memberikan dukungan moril.

Acara yang diisi dengan doa bersama dan penandatanganan petisi kemanusiaan ini berubah menjadi momen emosional saat Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menemui langsung para warga yang hadir.

BACA JUGA:  BREAKING NEWS: Ledakan Beruntun Gegerkan Warga Bengkong Telaga Indah, Toko Wily Ludes Terbakar

Dubes Mohammad Boroujerdi tampak terenyuh melihat antusiasme masyarakat Indonesia yang datang dengan tulus. Baginya, kehadiran warga bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan bukti nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia.

“Saya merasa Indonesia seperti negeri saya sendiri, karena orang-orang di sini sangat baik. Saya sangat menghargai simpati dan kehadiran warga Indonesia hari ini,” ucap Boroujerdi.

BACA JUGA:  Harris Resort Waterfront Batam Luncurkan "Adrenalin Package", Ubah Wajah Pariwisata Batam Menjadi Pusat Sport Tourism Asia Tenggara

Ia menambahkan bahwa karakter masyarakat Indonesia yang ramah dan penuh empati memberikan kekuatan tersendiri bagi pihaknya dalam menghadapi situasi sulit di Timur Tengah saat ini.

Meski Boroujerdi sempat menyatakan keraguannya terhadap efektivitas jalur diplomasi formal seperti Board of Peace, ia justru menemukan harapan pada kekuatan masyarakat akar rumput. Baginya, dukungan moril melalui petisi dan doa jauh lebih terasa nyata dibandingkan retorika meja bundar.