Terkait senjata yang digunakan dalam bentrokan tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa dugaan sementara mengarah pada penggunaan senjata angin, bukan senjata api. Guna kepentingan pembuktian ilmiah (scientific crime investigation), proses visum dan autopsi juga langsung dilakukan terhadap korban meninggal dunia.
Di tengah situasi yang memanas pasca-kejadian, Kapolresta Barelang mengimbau masyarakat luas di Kota Batam agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi liar di media sosial, serta menahan diri untuk tidak menyebarkan berita hoax yang belum jelas kebenarannya.
Polresta Barelang bersama Polda Kepri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Batam tetap kondusif dan terkendali. Pihak kepolisian juga membantah adanya status Siaga 1, seraya menegaskan bahwa yang ditingkatkan adalah kesiapsiagaan personel melalui patroli rutin demi menjamin rasa aman warga.













