Proses evakuasi segera dilakukan oleh warga dan petugas menuju RSUD Natuna. Namun, takdir berkata lain. Luka berat akibat benturan dan seretan di aspal membuat nyawa kedua anak tersebut tidak dapat diselamatkan.
Kasat Lantas Polres Natuna, AKP Erwan Tony, mengonfirmasi kabar duka tersebut setelah menerima laporan dari tim medis.
“Berdasarkan keterangan tenaga medis, dua korban anak dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban dewasa masih menjalani perawatan intensif di RSUD Natuna,” ungkap AKP Erwan Tony.
Tragedi ini menjadi perhatian serius Polres Natuna. AKP Erwan Tony menegaskan bahwa insiden ini merupakan pengingat keras bagi para orang tua untuk tidak memberikan izin kepada anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.
“Pengawasan orang tua adalah kunci. Jangan biarkan anak di bawah umur berkendara sebelum memenuhi syarat usia dan kemampuan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama demi melindungi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Baca juga: Polres Natuna Masih Lakukan Penyidikan Mendalam Terkait Kasus Pembobolan Toko Emas Rp4 Miliar
Selain faktor usia, kepolisian juga menyoroti penggunaan helm standar bagi pengendara maupun penumpang sebagai perlindungan utama kepala. Saat ini, petugas Satlantas Polres Natuna telah mengamankan barang bukti kendaraan dan melakukan olah TKP guna penyelidikan lebih lanjut.













