BatamZona Headline

Kenapa Hanya Direktur Pelayanan? Sorotan Terhadap BP Batam di Tengah Demo Mahasiswa soal Rempang

781
×

Kenapa Hanya Direktur Pelayanan? Sorotan Terhadap BP Batam di Tengah Demo Mahasiswa soal Rempang

Share this article
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana menemui puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di gerbang masuk BP Batam, Senin (23/12/2024). (Foto: Dok. BP Batam)
banner 468x60

“Berapa banyak proyek besar yang sebelumnya menjanjikan kesejahteraan tetapi justru meninggalkan masyarakat dalam kemiskinan? Apa jaminan bahwa kali ini akan berbeda?” ujar salah seorang peserta aksi.

Narasi Kondusifitas Dianggap Berpihak pada Modal

Imbauan Harlas agar masyarakat menjaga situasi kondusif juga dinilai bias terhadap kepentingan investor. Beberapa pengunjuk rasa menilai narasi tersebut hanya bertujuan untuk memuluskan proyek tanpa memperhatikan penderitaan warga.

BACA JUGA:  Waduk Mengering, BP Batam Akui Ketahanan Air Hanya Tersisa 4 Bulan Lagi

“Mereka bicara soal menjaga ketenangan, tapi apa yang dilakukan kepada warga yang mempertahankan tanah mereka? Kenapa kekerasan dibiarkan terjadi, sementara rakyat terus dibungkam?” ujar seorang aktivis lingkungan.

Proyek untuk Siapa?

Mahasiswa juga mempertanyakan prioritas BP Batam dalam proyek ini. Mereka menilai proyek Rempang Eco City lebih berpihak kepada kepentingan modal dibandingkan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Keluar, Puluhan Ribu Orang Justru 'Serbu' Batam Lewat Jalur Laut

Narasi tentang peluang usaha baru seperti kos-kosan, warung, dan laundry dinilai tidak relevan bagi masyarakat yang telah kehilangan hak atas tanah mereka.

“Apakah pembangunan harus selalu dilakukan dengan mengorbankan rakyat kecil? Apa arti kemajuan jika masyarakat lokal justru menjadi korban?” tanya seorang mahasiswa lainnya.