“Berapa banyak proyek besar yang sebelumnya menjanjikan kesejahteraan tetapi justru meninggalkan masyarakat dalam kemiskinan? Apa jaminan bahwa kali ini akan berbeda?” ujar salah seorang peserta aksi.
Narasi Kondusifitas Dianggap Berpihak pada Modal
Imbauan Harlas agar masyarakat menjaga situasi kondusif juga dinilai bias terhadap kepentingan investor. Beberapa pengunjuk rasa menilai narasi tersebut hanya bertujuan untuk memuluskan proyek tanpa memperhatikan penderitaan warga.
“Mereka bicara soal menjaga ketenangan, tapi apa yang dilakukan kepada warga yang mempertahankan tanah mereka? Kenapa kekerasan dibiarkan terjadi, sementara rakyat terus dibungkam?” ujar seorang aktivis lingkungan.
Proyek untuk Siapa?
Mahasiswa juga mempertanyakan prioritas BP Batam dalam proyek ini. Mereka menilai proyek Rempang Eco City lebih berpihak kepada kepentingan modal dibandingkan kesejahteraan rakyat.
Narasi tentang peluang usaha baru seperti kos-kosan, warung, dan laundry dinilai tidak relevan bagi masyarakat yang telah kehilangan hak atas tanah mereka.
“Apakah pembangunan harus selalu dilakukan dengan mengorbankan rakyat kecil? Apa arti kemajuan jika masyarakat lokal justru menjadi korban?” tanya seorang mahasiswa lainnya.













